Sabtu, 08 Maret 2008

DULU MUSUH SEKARANG IDOLA


Berapa tahun kita di jajah Masa penjajahan Jepang di Indonesia dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 Pada Juli 1942, Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai didekorasi oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya.
Tetapi zaman sekarang sudah berbeda orangnya yang dulu njajah kita tapi sekarang dibanggakan. Yaitulah orang – orang kita ,kenapa begitu ? saya juga kurang tahu tentang orang – orang kita sendiri Dulu menjajah sekarang idola red ……………….emang begitu. Produk – produk yang mereka jual membuat kita puas dan ketagihan. Disini mereka nah dari sini mereka mengidolakan ……………..bahkan dari perempuannya juga cantik – cantik dan cakep – cakep lo. Dan satu lagi apakah orang – orang kita pada nggk takut menjadi TKI nanti kalau jepang kumat para leluhurnya maka apakah TKI kita yang akan ke jajah dulu disana mungkin itu belum pasti juga.

Jumat, 07 Maret 2008

Forum Purworejo

Forum Purworejo, Blog Komunikasi Blogger Purworejo: Undangan Mengisi Blog

SYURGA ,Tlatah Sewu Santai

Di negeri ini apapun bisa dilakukan dengan santai.
Hutang ditagih? Santai……………
Siapin aja seribu satu alasan, tanggung beres dah..

Diundang untuk datang di sebuah rapat atau musyawaroh? Santai…
Telat sejam-dua jam masih dianggap wajar koq.

Ditangkep karena melanggar hukum? Santai…
Cukup bayar pengacara, suap sana-sini, dijamin beres.
Kalo nggak dibebasin ya paling-paling cuma dihukum sebentar. Itung-itung ambil cuti liburan.


Jadi pembalak liar juga enak banget…
Untungnya gede. Lha wong kayu tinggal nyolong. Mau?
Kalo terjadi bencana tanah longsor dan banjir khan yang nanggung akibatnya adalah rakyat setempat, bukan kita.
Kita mah cukup duduk manis di sebuah bar di Bali atau mancing ikan di Kepulauan Seribu, atau asyik shopping di Singapore.

Dan demi kenyamanan dan keamanan kita, cukup sisihkan sekian persen keuntungan kita buat upeti ke pejabat. Mereka pasti akan rame-rame bela-belain kita. Santai…
Biasanya sih kalo banjir atau tanah longsor mereka akan bilang bahwa itu murni bencana alam, bukan karena pembalakan liar.

Malah dengan datangnya bencana para pejabat setempat akan bergembira ria… Lho ?
Khan rumusnya : “bencana@=bantuan@=duit@=rejeki@=pesta pora-Pora ”… Wow, gurihnya….. duite Zopoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo ?

Jadi pengangguran di negeri ini juga paling enak lho,…
Nggak kerja tapi masih bisa “jeng-jeng” kesana kemari naik sepeda motor, masih bisa ngisep rokok lagi… Santai…
Heran, duit dari mana ya?

Temen- Qu waktu datang ke sini pernah tanya,” Anak-anak muda Indonesia seneng banget duduk-duduk bergerombol dan kesana kemari naik sepeda motor dari pagi sampe malem. Apa mereka nggak kerja?”

Aku jawab,”Mereka kerja koq… Kerjanya ya berdiskusi dan keliling kota dalam rangka patroli keamanan alias ronda”. Hi…hi…

:)JRepot….

Jadi marilah kita nikmati saja suasana santai di negeri ini, Surga Dunia Negeri Seribu Santai.